PERILAKU KOLEKTIF
Masyarakat pada umumnya berperilaku sesuai pada aturan dan norma
yang berlaku. Biasanya perilaku ini sangat dominan dengan institusi yang ada
dalam lingkungan sekitar. Seperti di lingkungan pasar yang bergantung pada
institusi di bidang ekonomi yang disebut konformitas, tetapi hal ini sering
juga diselwengkan, penyelewengan ini disebut dengan penyimpangan sosial.
Perilaku sosial itu merupakan hal yang penting dalam sosialisasi kehidupan, tak ada sedikit pun orang yang mengelak pada perilaku sosial di sekitar kita. Oleh karena itu perilaku individu maupun kolektif sangat sarat dengan perilaku sosial perilaku tersebut memberikan dampak tersendiri bagi dunia sosial yaitu penyimpangan dari perilaku sosial tersebut. Kehidupan di Indonesia, kita banyak menemukan perilaku dari berbagai individu maupun kelompok yang tidak sesuai norma dan aturan hal itulah yang dikatakan sebagai perilaku kolektif.
A. TEORI PERILAKU KOLEKTIF
Istilah
perilaku kolektif digunakan para ahli sosiologi untuk mengacu pada perilaku
sekelompok orang yang muncul secara spontan dan tidak terstruktur sebagai
respons terhadap kejadian tertentu. Perilaku kolektif merupakan sesuatu
perilaku yang tidak biasa, sehingga perilaku kolektif dapat diartikan sebagai
suatu tindakan yang relative spontan, tidak terstruktur, dan tidak stabil dari
sekelompok orang, yang bertujuan untuk menghilangkan rassa ketidakpuasan dan
kecemasan. Dengan demikian kita dapat membedakan antara perilaku kolektif
dengan perilaku rutin. Secara teoritis perilaku kolektif dapat dijelaskan dari
berbagai sudut teori antara lain teori penyebaran, teori interaksionis, teori
emergent-norm, dan teori value-added.
B. CIRI-CIRI PERILAKU
KOLEKTIF
- Perilaku yang dilakukan
bersama oleh sejumlah orang
- Perilaku yang bersifat
spotanitas dan tidak terstruktur
- Perilaku yang tidak
bersifat rutin
- Perilaku yang merupakan
tanggapan terhadap rangsangan tertentu
C. MACAM-MACAM PERILAKU
KOLEKTIF
1. Kerumunan (CROWD)
Kerumuna atau crowd mempunyai beberapa
bentuk yang ada dalam masyarakat:
a) Casual Crowd: adalah
sekelompok orang yang diujung jalan dan tidak memiliki maksud apa apa
b) Conventional Crowd:
audiens yang sedang mendengarkan ceramah
c) Expressive Crowd: adalah
sekumpulan orang yang nonton konser music yang menari sambal sesekali ikut
melantunkan lagi
d) Acting Crowd: adalah
sekelompok massa yang melakukan tindakan kekerasan
2. MOB
MOB adalah kerumunan
(crowds) yang emosional yang cenderung melakukan kekerasan / penyimpangan dan
tindakan destruktif. Umumnya mereka melakukan tindakan melawan tatanan sosial
yang ada secara langsung. Hal ini muncul karena adanya rasa ketidakpuasan, ketidakadilan,
frustasi, adanya perasaan dicederai oleh intuisi yang telah mapan atau lebih
tinggi. Bila mob ini dalam sekala besar maka bentuknya terjadi kerusuhan massa.
3. PANIC
Panik merupakan bentuk
perilaku kolektif yang tindakannya merupakan reaksi terhadap ancaman yang
muncul di dalam kelompok tersebut. Biasanya berhubungan dengan
kejadian-kejadian bencana (disaster). Kerumunan orang-orang
yang sedang dalam keadaan panik. Dorongan individu-individu dalam kerumunan ini
cenderung untuk mempertinggi rasa panik, menunjukan suatu tanggapan yang
bersifat irasional, dan menyebabkan suatu rintangan yang positif dari bahaya
yang umum.
4. OPINI PUBLIC
Opini Publik dalah
sekelompok orang yang memiliki pendapat beda mengenai sesuatu hal dalam
masyarakat. Dalam opini publik ini antara kelompok masyarakat terjadi perbedaan
pandangan / perspektif. Konflik bisa sangat potensial terjadi pada masyarakat
yang kurang memahami akan masalah yang menjadi interes dalam masayarakat
tersebut. Contoh adalah adanya perbedaan pendangan antar masyarakat tentang
hukuman mati, pemilu, penetapan undang-undang tertentu, dan sebagainya.
Bentuknya biasanya berupa informasi yang beda, namun dalam kenyataannya bisa
menjadi stimulator konflik dalam masyarakat.
5. PROPAGANDA
Propaganda adalah informasi atau pandangan yang sengaja digunakan untuk menyampaikan atau membentuk opini publik. Biasanya diberikan oleh sekelompok orang, organisasi, atau masyarakat yang ingin tercapai tujuannya. Media komunikasi banyak digunakan untuk melalukan propaganda ini. Kadangkala juga berupa pertemuan kelompok (crowds).Penampilan dari public figure kadang kala menjadi senjata yang ampuh untuk melakukan proraganda ini.
D. FAKTOR PENENTU PERILAKU
KOLEKTIF
1. Situasi Sosial, situasi
yang menyangkut ada tidaknya pengaturan dalam intansi tertentu
2. Ketegangan Struktual,
adanya perbedaan atau kesenjangan disuatu wilayah akan menimbulkan ketegangan
yang dapat menimbulkan bentrok ketidakpahaman
3. Menyebarnya suatu
kepercayaan umum, berkembangnya isu-isu yang dapat menyinggung kelompok lain
4. Factor yang mendahului,
yakni factor penunjangan kecemasan dan kecurigaan yang dikandung
masyarakat. Misalnya desas-desus isu
kenaikan harga BBM, yang diperkuat dengan pencabutan subsidi BBM, hal ini dapat
memicu kuat sekelompok orang untuk protes.
5. Mobilisasi perilaku oleh
pemimpin untuk bertindak, perilaku kolektif akan terwujud apabila khalayak
ramai dimobilisasikan oleh pemimpinnya
6. Berlangsungnya suatu pengendalian social.
F. GERAKAN SOSIAL
Gerakan sosial merupakan
salah satu bentuk perilaku kolektif, tetapi berbeda dengan perilaku kolektif
pada umumnya. Gerakan sosial ditandai oleh adanya tujuan jangka panjang, yaitu
untuk mengubah atau mempertahankan keadaan tertentu atau intuisi yang ada dalam
masyarakat. Seperti halnya gerakan mahasiswa Indonesia pada tahun 1965-1966
yang dilancarkan hamper setiap hari, bertujuan mengubah kebijakan ekonomi
pemerintahan (pembubaran cabinet, penurunan harga, dan pembubaran Partai
Komunis Indonesia).
G. TIPE-TIPE GERAKAN SOSIAL
Gerakan sosial terbagi
menjadi 4 tipe berdasarkan tipe perubahan dan besarnya perubahan yang
dikendalikan:
1. Alternative Movement
: merupakan suatu gerakan yang bertujuan mengubah sebagian perilaku
perorangan, seperti kampanye agar tidak merokok, hubungan seksual dan lain
sebagainya
2. Redemtive Movement
: yaitu gerakan sosial untuk merubah pada perilaku per orangan, khususnya untuk
tobat dan hidup sesuai dengan ajaran agama
3. Revormative Movement : yaitu gerakan
untuk mengubah masyarakat dalam bidang-bidang tertentu, misalnya gerakan kaum
homoseksual untuk memperoleh pengakuan terhadap gaya hidup mereka atau gerakan
gender
4. Transformative : yaitu gerakan untuk
mengubah masyarakat secara keseluruhan, seperti gerakan kaum komunis untuk
menciptakan kaum atau masyarakat komunis
Sumber:
http://communicationlearning17.blogspot.com/2016/11/perilaku-kolektif.html
Hanurawan, F.
(2010). Psikologi Sosial. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Narwoko, D., &
Suyanto, B. (2004). Kelompok-kelompok Sosial Tidak Teratur. In D. Narwoko,
& B. Suyanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan (pp.
35-40). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Zumaro, A. (2011, Mei
26). Perilaku Kolektif dan Penyimpangan. Retrieved from Google:
https://ahmadzumaro.wordpress.com/2011/05/26/perilaku-kolektif-dan-penyimpangannya/
Komentar
Posting Komentar